Senin, 07 Agustus 2017

Pertanyaan dan Pernyataan

Apa sih yang pertama kali kamu lakuin ketika kamu disuguhi dengan banyak pertanyaan dan pernyataan yang bahkan kamu nggak paham, darimana pertanyaan dan pernyataan itu datang? Katakanlah, yang menyuguhkan adalah orang yang kamu kenali, tapi apakah ia paham bagaimana keadaan sebenarnya? Dan katakanlah yang menyuguhkan adalah orang yang baru saja kamu kenali? Apa yang bisa kamu jawab atas pertanyaan dan pernyataan mereka? Apakah kamu menjawabnya atau hanya diam karena kamu yakin bahwa penjelasan pun diberikan, mereka tidak akan pernah paham? 

***
Di dunia ini, ada banyak sekali orang-orang yang kita temui. Entah itu di rumah, sekolah, kampus, pasar, jalan raya bahkan di dalam pesawat. Setiap hari kita bertemu dengan orang-orang. Ada yang memang kita kenal sebelumnya dan yang sama sekali belum kita kenal. Tentu kita lebih mudah berbaur dengan mereka yang telah kita kenal sebelumnya. Lebih mudah berkomunikasi, begitulah keuntungannya. 

Sering kali, seseorang yang kita kira telah paham tentang apa yang ada pada diri kita, justru sebenarnya tidak mampu sepaham yang kita pikirkan. Itulah sebabnya, kita sering berujar bahwa tidak ada yang mampu memahami diri kita sepenuhnya kecuali diri kita sendiri. Kemudian, mengapa masih saja ada orang-orang yang seakan-akan paham mengenai yang terjadi, untuk sesegera mungkin melontarkan pertanyaan dan pernyataan yang bahkan seperti tidak pernah memahami sedikitpun?

Sering terdengar di telinga, suara-suara sumbang yang seakan-akan memahami tentang apa yang kita ingin. Bahkan kebanyakan dari mereka, berkata seakan-akan jalur di pikirannya adalah kebenaran mutlak, sehingga apa yng terlintas di kepala kita adalah sebuah kesia-siaan yang tak perlu perhatian khusus? Betapa menyedihkan. Ketika kita menganggap sesuatu berarti banyak namun justru mengurangi nilai yang ada. 

Totally, ini tidak hanya berdampak pada perkembangan pikiran, ini juga berpengaruh pada mental. Tentu kita pernah mendengar ketika orang-orang berkata pada orang yang (maaf) memiliki gangguan kejiwaan, mereka pasti berkata "Kasihan, mentalnya terganggu," begitupula yang mungkin bisa terjadi kepada mereka-mereka yang pikirannya mudah rusak.

Ini bukan hanya sekedar seberapa mampu dan keras kita untuk bertahan menghadapi pemasalahan kehidupan, ini cukup sederhana ketika kita bertemu dengan mereka yang memang tidak sama sekali kita kenali untuk kemudian berkata sesukanya, karena menanggapi pernyataan dan pertanyaan dari orang yang belum kita kenal lebih dalam, seperti kesia-siaan, terlebih jika di dalam ujarannya hanya mengandung hal-hal negatif.

Tapi, permasalahan ini lebih dalam. Ini kerap kita rasakan bahkan dari orang-orang yang cukup kita kenal dengan baik. Mereka yang menginginkan "sesuatu" lebih baik untuk dapat kita lakukan, namun tidak tepat sasaran. Cara mereka salah. Pernyataan dan pertanyaan mereka yang sengaja ataupun tidak sengaja "menggerogoti" pikiran, bahkan merusak mental. Karena, bukan tidak mungkin kita untuk bertanya-tanya dalam hati "Sebegitukah pertanyaan dan pernyataan itu?".

Kemungkinan, kita akan terus bertemu dengan hal-hal semacam itu. Entah karena alasan yang baik atau bahkan buruk, walaupun kebanyakan alasannya berlandaskan hal-hal yang mengarah ke kebaikan, namun begitulah, keberagaman isi pikiran manusia. Apa yang menurutmu wajar belum tentu wajar menurut yang lain. Dan begitu seterusnya. 

Inti dari tulisan ini adalah, bahwa sebenarnya yang kita butuhkan tidak hanya pertanyaan dan pernyataan, kita juga butuh dorongan, saran dan kritik yang membangun. Kita memiliki kehidupan masing-masing dan begitupula dengan mimpi. Memberikan saran boleh, memberi kritik juga seperti keharusan, namun untuk memberikan pertanyaan dan pernyataan yang jauh lebih dalam seperti sebuah keharusan yang berujung seperti pemaksaan terlihat menjadi sebuah ke-tidakbaik-an. Kita memiliki kehidupan masing-masing. Jika ingin jadi penerang, jadilah yang menerangi hingga seribu tahun lamanya. Sederhananya, kita memang hanya butuh penerang. Lainnya? biar jadi jawaban selanjutnya.



Salam,



Yang pikirannya sedang banyak bintang-bintang


Share:

0 komentar:

Posting Komentar