Sabtu, 10 Juni 2017

Kebaikan vs Keburukan

Stttt, mumpung baru aja nemu hal yang lucu jadi langsung kepingin nulis.

Jadi ceritanya, aku lagi buka-buka sosial media salah satu temen, dan ga sengaja kebaca "something" yang menurut aku itu lucunya kebangetan. Iyalah, orang aku bacanya juga sambil ngakak. Lucu bener, sumpeeh.

***
sumber gambar: http://www.bayurohmantika.com

Anyway, tau ga sih? Sebenernya di dunia ini emang ngga ada ya manusia yang tidak baik. Aku yakin, semua manusia adalah baik. Kenapa? Ya karena emang Tuhan kasih karunia kebaikan sama kita semua. Dan setelah kita lahir ke dunia ini lalu berhadapan dengan malaikat dan setan, itulah yang membuat keadaan si manusia itu jadi berubah. Apakah dia akan menjadi baik terus atau tidak baik. Tergantung pilihannya, mau milih suara setan atau malaikat.

Sebagai manusia tentu kita ingin selalu membuat sebuah kebaikan. Tidak ada manusia yang ingin menumbuhkan keburukan bahkan untuk dirinya sendiri. Semua manusia butuh ketenangan dan kedamaian. Bersitegang karena sesuatu itu sangat menyebalkan. Percayalah, bahkan manusia yang katanya "sedikit gila" saja, baik itu karena tingkah laku nya yang kelewatan batas, setelahnya bakalan ngerasa dirinya jadi manusia yang paling bodoh, karena ngelakuin hal itu. Ya semacam penyesalan gitulah. Itu sebabnya, seburuk-buruknya manusia dimata manusia lain, ketika dia bisa dan mampu menyesali sesuatu yang pernah ia buat, itu suatu kebaikan. Minimal dia telah sadar, bahwa yang kemarin itu emang buruk.

Semua orang berusaha membuat kehidupannya jadi lebih baik. Ada banyak cara untuk membuatnya. Tergantung kita mau pilih cara yang bagaimana. Tuhan selalu mencintai kebaikan. Sekecil apapun niat yang kita punya untuk menumbuhkan kebaikan itu, Tuhan selalu punya cara membalasnya. 

Karma tidak ada. Ya, benar. Tapi aku yakin kalau kebaikan akan dibalas kebaikan dan keburukan akan dibalas keburukan. Kebaikan yang kita buat kepada orang lain, suatu saat akan dibalas kebaikan lagi dan mungkin saja bukan dengan orang lain yang telah kita beri kebaikan itu yang membalas, mungkin yang lainnya. Tuhan punya cara, bukan?
Begitu juga keburukan, sekecil apapun keburukan yang pernah kita buat, bakal ada suatu waktu dimana kita bakal ngerasa keburukan itu jatuh balik ke kita, apakah itu dengan cara yang sama atau berbeda, dari orang yang sama atau orang yang berbeda. Semua adalah cara Tuhan, cara ia menyadarkan kita.

Ada banyak kebaikan yang bisa kita lakukan setiap hari. Dan memang melakukan kebaikan itu tidak semudah membalikan telapak tangan, selain tersenyum ya, tersenyum itu mudah dan termasuk salah satu kebaikan juga. Ketika kita hendak melakukan kebaikan selalu saja ada setan di telinga kiri yang siap membisikan hal apapun agar kita melakukan sebaliknya. Ibarat sedang bermain bola, saat kita udah mendekati gawang dan dengan sekali tendang langsung gol, namun setan ngebuat kita linglung dan berbalik arah bahkan menendang bolanya kearah lain. 

Namun ketika keburukan yang hendak kita buat. Setan bersorak-sorak disebelah kiri. Tertawa girang. Bahkan setan membisikan hal-hal negatif lainnya yang ngebuat kita makin bernafsu untuk melakukan keburukan itu. Setan selalu punya cara untuk meruntuhkan hati manusia. Dan ketika kita telah ngelakuin keburukan itu, tinggal kita lah  yang menyesal. Dan kemana si setan? Dia kabur cari mangsa lain. Sementara kita, terlunta-lunta menyesalkan perbuatan yang telah kita buat. Ingat, keburukan sekecil apapun, bakal menghantui kita kemanapun dan dimanapun. 

Dan untuk sebuah kebaikan, tentu ada niat baik untuk ngebangun kebaikan itu sendiri. Perkara niat, adalah urusan masing-masing manusia. Memang, sesuatu yang kita buat belum tentu dapat mengontrol orang lain untuk turut paham. Bahkan ada pula yang melakukan sebaliknya, itulah saat dimana setan bekerja pada diri orang lain tersebut. 

Namun. bukankah kita percaya kepada Janji Tuhan? Tuhan punya cara yang lebih menarik, bukan? 




Share:

0 komentar:

Posting Komentar