Minggu, 26 Februari 2017

Yang Baru Ku Temui

Minggu, 26 Februari 2017 0
Saat itu ilalang meninggi
Pohon-pohon menjulang tegak
Daun-daun berguguran
Dan aku masih berjalan

Jalanan sepi
Aspal rontok oleh apa yg lewat
Tebing curam yang merajam
Aku masih juga berjalan

Jalan tanpa ujung
Tanpa rambu
Hanya mengikuti
Kemana mata angin berputar

Tersadar, didepanku ada manusia
Sedang menatap
Dalam
Penuh arti

"Hendak kemana?"
"Jalan tanpa ujung"
"Nanti kau tersesat"
"Memang itu tujuannya"

Sambil terus berjalan
Ia mengikuti
Menceritakan kisah yang belum pernah ku temui
Sesekali tawanya ku ikuti

"Ayo kita putar arah"
"Mengapa?"
"Nanti akan kuberitahu jalan lain"
"Baiklah"

Saat itu senja
Matahari hendak terbenam
Bersama itu kisah ditutup
Dan saat itu juga aku "kembali"




Jumat, 24 Februari 2017

Teriakan Dini Hari

Jumat, 24 Februari 2017 2
Malam-malam jadi menakutkan
Dihantui oleh bayangan 
Semakin dini
Makin gelap

Dinding lusuh
Lampu redup
Manusia bergelimpangan
Ruh melayang ke luar

Tidur yang tak lagi nyenyak
Nyamuk yg senatiasa menari
Nyanyian anjing
Dan tangisan makhluk kasat mata

Fajar tinggal hitungan jam lagi
Manusia masih bermimpi
Dan setiap hari
Bermimpi dan terus bermimpi

Kamis, 16 Februari 2017

Tumpul

Kamis, 16 Februari 2017 0
Lupa adalah kata terjauh
Yang pernah ku temui dalam hidup
Kini mendekat
Bagai sahabat karib

Malu adalah kata menakutkan
Yang pernah ku rasakan 
Semenjak ilalang terbakar panas matahari
Lenyap pula rasa itu

Bermain, bercanda dan berbicara
Tanpa sesuatu yang terlintas
Yang melintas hanya asap
Yang lalu di tangkap untuk di keluarkan

Anak tangga yang telah tuntas
Seperti menghilang satu persatu
Patah oleh teriknya panas
Dan gelapnya malam

Tangga telah hancur
Musnah
Rayap-rayap bertubuh gempal menghantamnya
Melahap dengan rakus tanpa ampun

Persis seperti kapas
Melayang di udara
Hanya jika dan jika
Tapi dan tapi

Kini hilang semua
Persis seperti pensil tak teraut
Tumpul
Tak berguna tanpa rautan




Pagi ini untuk apa?

Alarm membangunkanku
Pagi-pagi sekali
Sebelah mata terbuka malu
Sebelum sempurna air menetes di pelupuk mata

Aku bangkit
Mengambil handuk
Menyiapkan sarapan
Agar kuat badan ditimpa sepi

"Mengapa cepat sekali?"
"Bangunlah!"
Teriakan yang menepi
Dalam sunyinya waktu

Ku dengar sesak manusia diluar sana
Lalu lalang di gang sempit
Sambil malu-malu ku buka jendela
Mengintip kehidupan manusia "normal"

Tersudut.....
Badanku menyeringap dalam dekapan sudut rumah
Ingin menangis namun tak miliki kain pembasuh
Hanya genangan air tak tumpah yang terlihat

Sembari berjalan gontai ke arah ruang tamu
Otak ku mengirim sebuah pesan 
"Hei, apa yang kau lakukan di pagi buta ini?
"Ingin lakukan apa di hari ini?"
 
Milyaran tanya tanpa jawab bergerilya
Menembus sum-sum tulang
Menghantui siang dan malam
Tanpa ampun menyergap setiap waktu

Tak lama, ibu-ibu komplek lewat
Menyadarkan lamunanku
Dan pagi ini aku kembali berhasil
Bersembunyi dari balik banyak tanda tanya itu








Rabu, 15 Februari 2017

Cara Mencintai

Rabu, 15 Februari 2017 1
"Pelan-pelan, aku masih pakai sepatu"
"Iya" teriak ku
Berulang dan berulang 
Aku menunggumu mengikat sepatu

Hari ini jalanan ramai
Semua sibuk dengan hidupnya
Begitupula aku yang sudah sedari dulu
Memimpikan dunia ini

"Buka pintunya!"
"Ada apa?"
"Cepat, kita tak punya waktu banyak"
"Siap, laksanakan"

Pagi itu aku tak keluar kamar
Aku berpikir kau masih mengikat sepatu
Satu jam tak ada tanda kau datang
Ku buka pintu kamar, kau sudah pergi

Tepat di depan mata
Tanda itu nyata
Sepertinya ada yang kurang
Tunggulah, akan ku tunjukkan kepadamu
Bagaimana caraku "mencintaimu"





 
◄Design by Pocket Distributed by Deluxe Templates
Blogger Templates